Harga sembako mengalami kenaikan menjelang hari Natal dan Tahun Baru. Kenaikan tersebut terjadi setiap tahunnya, sehingga Ibu Rumah Tangga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebanyakan dari mereka akhirnya memilih untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan membeli bahan-bahan yang lebih murah seperti makanan cepat saji. Namun hal tersebut tidaklah baik untuk di konsumsi setiap hari bagi kesehatan keluarganya.
Namun bagaimanapun juga para Ibu Rumah Tangga harus tetap berpikir untuk dapat mengatur keuangan rumah tangganya, di balik kebutuhan yang sangat menghimpit. Kenaikan harga sembako ini jelas sangat menyulitkan dan meresahkan. Terutama untuk kalangan menengah ke bawah yang rata-rata memiliki penghasilan pas-pasan, hingga kurang dari cukup. Bukan hanya berdampak pada para konsumen. Namun kenaikan harga sembako juga berpengaruh pada penurunan gizi dan kualitas hidup bagi masyarakat menengah ke bawah.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kenaikan harga sembako ini. Dari mulai cuaca yang tidak menentu, hingga gagal panen. Iklim di Indonesia tidak menentu mengakibatkan menurunnya produktifitas dari para petani sembako di Indonesia yang mengakibatkan kelangkaan pada komoditas tertentu. Kelangkaan ini memaksa pedagang untuk lebih memilih barang-barang impor agar dapat memenuhi kebutuhan pasar, walaupun harganya lebih tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar